OF0A9281

SDIDRISTEKDIKTI, Yogyakarta,  —Sebanyak 168 dosen terpilih sebagai penerima Beasiswa Ungguan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN) yang diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Kemristekdikti) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun jumlah ini masih belum memenuhi kuota yang tersedia, yakni sebanyak 300 dosen. Dirjen Sumber Daya Iptek (SDID) Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, dari

Menyusul pengumuman hasil wawancara Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang I Tahun 2016, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti mengundang para calon penerima beasiswa untuk mengikuti Lokakarya Pra Keberangkatan. Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mohon peserta dapat hadir tepat waktu dengan membawa surat izin mengikuti Lokakarya Pra Keberangkatan dari pimpinan perguruan tinggi asal. Atas

Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016. Program beasiswa ini diperuntukan bagi dosen tetap perguruan tinggi di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan studi jenjang

PENGUMUMAN BUDI LN-01 COPY-01

Selamat kepada para pelamar BUDI LN (Luar Negeri) yang lolos seleksi wawancara. Bagi pelamar yang lolos seleksi, harap melengkapi lampiran permohonan keberangkatan ke luar negeri. Berikut beberapa file yang dapat diunduh : Surat Pengumuman Daftar Nama Pelamar BUDI yang lolos wawancara Daftar Nama pelamar BUDI yang belum lolos lampiran permohonan keberangkatan ke luar negeri Atas

IMG_6367

Seleksi wawancara Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) telah dimulai (21/6) untuk wilayah Jakarta dan Batam. Dari 1.811 pendaftar, terpilih 273 peserta yang memiliki kesempatan untuk lanjut ke tahap berikutnya. Wawancara merupakan seleksi terberat yang harus dilalui oleh para calon penerima beasiswa, pasalnya reviewer yang ditugaskan berasal dari akademisi berbagai perguruan tinggi di