Pembangunan Dosen, Solusi Menyiapkan Bonus Demografi 2045

Dalam kesempatannya, Prof. M. Nuh menjelaskan tentang berbagai prinsip yang harus diperhatikan seorang dosen ketika menjalankan proses tri darmanya. Menurutnya pendidikan (tinggi) adalah sistem rekayasa sosial terbaik dan teruji untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan suatu bangsa. Karena itu, tugas seorang dosen tidak dapat dilakukan secara sambil-lalu. Dosen adalah inti dari pelaksanaan pembangunan nasional. Ia adalah seorang ahli nujum yang mampu melihat masa depan: menerobos ruang-ruang gelap masa depan yang penuh ketidakpastian.


Pemerintah dan DPR Dukung Produksi Massal Kendaraan Bermotor Listrik Karya Anak Bangsa

Salah satu hasil inovasi anak bangsa yang sangat membanggakan, dan akan diproduksi secara massal pada tahun 2019 adalah Motor Listrik Gesit karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Belum lama ini, motor listrik ini juga sudah dijajal langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan memperoleh pujian dari orang nomor satu di Indonesia itu.


World Class Professor Percepat Kenaikan Jumlah Publikasi Internasional Indonesia

Isu masuknya dosen asing sempat menjadi polemik di kalangan akademisi Tanah Air. Hal ini segera ditanggapi dan diklarifikasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bahwa mengundang profesor dari luar negeri tidak semata-mata untuk menyaingi dosen Indonesia. Sebaliknya, melalui Program World Class Professor (WCP) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dosen dalam negeri dan profesor kelas dunia.


Pemerataan Mutu Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti Tingkatkan Kapasitas Dosen Muda

Keberadaan dosen-dosen muda menjadi angin segar dalam upaya memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Para dosen yang rata-rata usianya masih di bawah 40 tahun tersebut diharapkan adaptif terhadap perkembangan teknologi era revolusi industri 4.0, serta mampu menghadapi mahasiswa yang merupakan generasi millennials.


Riset Pro Sebagai Solusi Memutus Gap Peneliti di Indonesia

katan Alumni Riset Pro (IASPro) menyelenggarakan Konferensi Pertama Riset dan Inovasi Indonesia pada hari Selasa 30 Oktober 2018 di Harris Vertu Harmoni, Jakarta Pusat. Konferensi pertama ini difasilitasi oleh Project Management Office (PMO) beasiswa Research and Innovation in Science and Rechnology Project (RISET Pro). Tema yang diusung pada konferensi ini adalah “Menuju Indonesia Emas melalui Riset dan Inovasi Anak Bangsa” yang bertujuan mewadahi alumni RISET Pro dalam mengembangkan riset bersama untuk menghasilkan riset yang unggul, berinovasi dan dapat memberikan solusi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.


Kemenristekdikti Berikan Penghargaan Diktendik Berprestasi 2018

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan kepada insan-insan pendidik dan tenaga kependidikan (Diktendik) berprestasi tahun 2018. Acara tahunan ini merupakan yang ke-15 kali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berdedikasi melaksanakan Tri Darma pendidikan tinggi.


Doktor Muda untuk Indonesia

Pemuda menjadi tumpuan sebuah negara dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan kesejahteraan warganya. Bila menengok sejarah Indonesia di masa lalu, lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan inisiatif para pemuda nusantara kala itu untuk mengikrarkan persatuan, bahwa sebagai putra-putri Indonesia mereka adalah satu tak peduli dari daerah, suku, dan kebudayaan mana mereka berasal.


Memahami Konsep Nasionalisme Ala Diaspora

Bentuk pengabdian dan berbakti kepada negeri (nasionalisme) dalam era revolusi industri saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Keberadaan subjek terhadap objek sebagai wujud dari pertemuan, bukan lagi nilai yang kultus. Kecanggihan teknologi dan evolusi tata-kelola data, memungkinkan siapa pun dapat melakukan kontrol terhadap sesuatu tanpa harus berada di dekatnya. Kecanggihan ini juga memungkinkan siapa pun untuk dapat mengakses segala macam informasi di berbagai belahan dunia mana pun. Era ini benar-benar telah membuat jarak menjadi sesuatu yang fana. Segala aktivitas dapat dilakukan kapanpun, tanpa mesti melalui proses pertemuan.  Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, era ini barangkali dapat disebut sebagai keniscayaan. Secara gamblang, era ini telah membuka jalan bagi siapa pun untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan di suatu tempat, tanpa harus terlebih dahulu menetap dengan kurun tertentu. Teknologi telah benar-benar mengubah konsep pengabdian yang selama ini dianggap oleh banyak orang sebagai upaya membangun suatu bangsa dengan cara menetap di dalamnya.


Pasca-Gempa dan Tsunami Palu, Kemenristekdikti Berupaya Pulihkan Perkuliahan di Universitas Tadulako

Universitas Tadulako (Untad) mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo dan tsunami yang melanda wilayah Pesisir Donggala, Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 silam.


Dies Natalis ITERA ke-4, Dirjen Ghufron Raih Penghargaan Adi Karsa Madya

Tanggal 6 Oktober 2018 menjadi hari yang sakral bagi Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri baru (PTN-B) binaan Institut Teknologi Bandung (ITB), ITERA memperingati Dies Natalis ke-4 dengan menyelenggarakan Sidang Terbuka yang diikuti oleh jajaran guru besar dan civitas akademika ITERA.



Halaman 1 dari 1512345...10...Terakhir »