Bangun Masyarakat Berbasis Sains, Indonesia Menuju Negara dengan High Economy Income

Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia hingga saat ini belum diimbangi oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Jumlah perguruan tinggi yang mencapai lebih dari 4.400 kampus nyatanya belum mampu mencetak lulusan handal, baik dalam hal produktivitas maupun kreativitas. Di sisi lain, Indonesia tengah bermimpi menjadi bangsa dengan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.


Science Communication Membentuk Masyarakat Berbasis Ilmu Pengetahuan

Berbagai kegiatan digelar dalam rangka memperingati puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar. Pada kesempatan ini, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti mengadakan sebuah seminar Science Communication dengan tema “Mendidik Publik, Membudayakan Riset di Masyarakat”.


Science Communication Hilangkan Momok Pemanfaatan Nuklir di Masyarakat

Pemanfaatan nuklir sebagai energi terbarukan masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Salah satu penyebabnya, banyak yang mengidentikkan nuklir dengan hal-hal negatif, seperti untuk bahan peledak atau perusak lingkungan. Padahal, tenaga nuklir nyatanya dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik yang murah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), bahkan mampu menghasilkan varietas padi unggul Sidenuk.


Tim Investigasi Kemristekdikti Pastikan Rektor UHO Tidak Lakukan Plagiasi

Jakarta (19/7) – Rektor terpilih Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Zamrun Firihu resmi dilantik oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Sebelumnya, pergantian pemimpin di UHO tersebut sempat terkendala dengan polemik plagiasi. Pelantikan pun dilakukan setelah Tim Investigasi independen menyimpulkan bahwa Muhammad Zamrun Firihu tidak terbukti melakukan plagiasi.


Menristekdikti: Dalam Akademis, Boleh Salah Asal Harus Jujur

Jakarta (18/7) – Polemik dugaan plagiasi karya ilmiah yang dilakukan oleh Rektor Terpilih Universitas Halu Oleo, Muhammad Zamrun Firihu sudah memiliki titik terang. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh tim bentukan Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), tiga karya ilmiah yang dibuat oleh Muhammad Zamrun Firihu tidak masuk dalam kategori tindak plagiasi.


Marak Sarjana Menganggur, Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Butuh Relevansi

Seminyak (17/7) – Membangun sumber daya manusia yang berkualitas bukan sekadar memperluas akses pendidikan. Lebih lanjut, mutu pendidikan juga perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Apalagi, saat ini lulusan perguruan tinggi turut menyumbang pengangguran yang menjadi beban negara.


Pengembangan RSGMP Dongkrak Penelitian Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut

Keberadaan rumah sakit pendidikan tak terlepas dari fakultas kedokteran atau fakultas kedokteran gigi. Untuk itu, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengingatkan pentingnya kerja sama antara keduanya dalam penyelenggaraan program studi kedokteran. Hal ini dipaparkan melalui sebuah kuliah umum di Rumah Sakit Gigi Mulut Pendidikan (RSGMP) di Universitas Hasanuddin, Makassar.


Peluncuran SIM Tendik untuk Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kependidikan Ristekdikti

Jakarta (12/6) – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti senantiasa melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui peluncuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) Tenaga Kependidikan (Tendik) yang bertujuan memuat seluruh data tenaga kependidikan di Indonesia.


Kemristekdikti Luncurkan Skema Beasiswa untuk Dosen dan Sarjana Unggul

Mutu dan kompetensi dosen akan menentukan output lulusan sekaligus reputasi suatu perguruan tinggi. Hingga saat ini, tercatat 34.933 dosen di Indonesia masih berkualifikasi S-1. Sedangkan jumlah profesor masih ada di angka 5.389 orang. Padahal, idealnya seharusnya Indonesia butuh 22 ribu profesor.


Kemristekdikti dan AMINEF Perbarui Kesepakatan Beasiswa Fulbright-Ristekdikti

Jakarta (30/5) – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) melakukan penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) dengan American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF) untuk beasiswa Fulbright-Ristekdikti. Beasiswa ini diberikan kepada para dosen di perguruan tinggi Indonesia yang ingin menempuh studi pascasarjana di Amerika Serikat (AS).