Kemenristekdikti Gelar Uji Publik Standar Layanan Registrasi Tenaga Kependidikan

Senin, 2 September 2019 | 12:03 WIB


Jakarta (2/9) – Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti menyelenggarakan Uji Publik Standar Layanan Registrasi Tenaga Kependidikan (Tendik) di lingkungan Direktorat Karier dan Kompetensi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti, di Century Park Hotel Jakarta. Kegiatan yang bertujuan memperbaiki jenjang karier tendik ini dihadiri oleh para stakeholder, baik dari perwakilan perguruan tinggi, lembaga layanan pendidikan tinggi (LL-Dikti), maupun kementerian lain, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Anondho Wijanarko menjelaskan, adanya standar layanan ditujukan untuk peningkatan pola layanan, khususnya bagi tenaga kependidikan. Ia menambahkan, keberadaan tenaga kependidikan sendiri penting dalam menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti dalam sambutannya menyebut, selama ini tenaga kependidikan di Indonesia belum mendapatkan layanan serta perhatian yang optimal. Padahal di negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, tenaga kependidikan turut memegang peran strategis yang mempengaruhi kinerja institusi secara umum.

“Namun, baru-baru ini kami mulai serius membina karier dan kompetensi para tenaga kependidikan. Bahkan, kami juga menyediakan beasiswa studi tingkat lanjut bagi tenaga kependidikan melalui beasiswa dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Dirjen Ghufron.

Dirjen Ghufron mengatakan, melalui pertemuan ini diharapkan akan muncul masukan-masukan dari para pemangku kepentingan untuk layanan pada registrasi tenaga kependidikan. Sama seperti dosen yang memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) dan nomor induk dosen khusus (NIDK), nantinya para tenaga kependidikan akan memiliki nomor induk tenaga kependidikan (NITK).

“Data ini akan terintegrasi dengan PD-Dikti dan SISTER. Sehingga nomor registrasi dapat digunakan untuk layanan, seperti Bimtek dan beasiswa,” ujarnya.

Direktur Karier dan Kompetensi, Bunyamin Maftuh juga mengungkapkan, dengan NITK, tenaga kependidikan dianggap terdaftar secara resmi. Pasalnya, sebelumnya baru tenaga kependidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) yang banyak mendapat manfaat program peningkatan kapasitas kompetensi, sementara tenaga kependidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) masih memerlukan perhatian lebih besar.

Kegiatan Uji Publik ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis registrasi tenaga kependidikan oleh Kasubdit Karier Tenaga Kependidikan, Mulyono. Dalam paparannya, ia menjelaskan proses dan alur registrasi tendik tidak jauh berbeda dengan registrasi pendidik. Prosesnya pun diupayakan agar dilaksanakan secara online melalui laman sdm.ristekdikti.go.id. Hal ini dilakukan agar dapat mempercepat waktu pelayanan.

“Jadi untuk perguruan tinggi di luar Kemenristekdikti, validasi akan dilakukan oleh kementerian atau lembaga lain. Sementara waktu untuk verifikasi hingga disetujui atau ditolak adalah 15 hari, ini setengah kali lebih cepat dari registrasi pendidik,” imbuh Mulyono.