SCKD 2019, Prof. Boediono: Dua Kunci Kemajuan Bangsa

Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:06 WIB


 

Jakarta – Kemajuan suatu bangsa dapat ditentukan dengan baiknya institusi dan teknologi bangsa tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Presiden periode 2009 – 2014, Prof. Boediono saat mengisi keynote speech dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019, Kamis (22/8) di Hotel Sultan, Jakarta.

“Ada penelitian mengapa negara-negara eropa maju setelah revolusi industri. Dari penelitian itu, ada kesimpulan penting. Kemajuan bangsa ditentukan oleh institusi dan teknologi,” terang Prof. Boediono.

Ia juga menganggap hal itu sebagai dua kunci penting kemajuan bangsa. “Kesimpulan sederhana ini bagi saya masih sangat efektif. Perlu kita perhatikan. Kalau kita ingin meningkatkan kemajuan bangsa ini. Dengan ini saya yakin. Ini adalah dua faktor yang bisa kita garap,” tegasnya.

Prof. Boediono menjelaskan institusi di sini ialah tentang hukum, politik, tata negara, serta general rule sebuah negara lainnya. Sementara teknologi, diperlukan fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang efektif. Lalu bagaimana menjadikan teknologi ini sesuai dengan aturan hidup masyarakat.

Membangun institusi yang baik tidak bisa dianggap sebeleh mata, sebab “Sejarah menunjukan banyak negara yang terhenti kelajuannya karena gagal membangun institusi,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Prof. Boediono, kalau negara mengabaikan masalah pembangunan di bidang institusi, negara akan selalu gagal. “Jadi belajar dari pengalaman kesalahan masa lampau. Jangan mengulang kesalahan yang sama. Sebab resiko biaya sosialnya mahal,” kata pria kelahiran Blitar itu.

Ia menyarankan bila kita ingin membangun Indonesia, lakukan hal yang paling sederhana. Semisal, membuka diri dan mulai menyusun Clear Strategy. “Kalau kita mau membangun bangsa, satu-satunya jalan adalah dengan membuka diri dan memiliki Clear Strategy. Tanpa itu, resikonya besar. Jadi strategi jangka panjang yang dilakukan berkala,” tutupnya.