Seminar Saudagar Muda Ajak Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Kamis, 16 Mei 2019 | 17:13 WIB


Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti membuka Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Bukalapak, Kamis (16/5). Pada acara bertajuk “Dialog Saudagar Muda Beasiswa Cendekia Baznas” itu, Dirjen Ghufron bertindak mewakili Menristekdikti Mohamad Nasir yang berhalangan hadir.

Mengawali sambutannya, Dirjen Ghufron mengungkapkan apresiasinya terhadap BAZNAS yang telah berupaya meningkatkan taraf pendidikan anak bangsa di level perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa muslim yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“APK perguruan tinggi Indonesia saat ini 34,58%. Artinya masih ada sekira 65% anak usia kuliah yang belum memiliki kesempatan untuk studi,” ujarnya.

Di samping itu, Dirjen Ghufron juga menekankan pentingnya memiliki jika entrepreneurship di kalangan generasi muda. Menurutnya, para penerima Beasiswa Cendekia Baznas ini memiliki potensi besar untuk menciptakan bisnis digital, seperti Bukalapak.com. Ia menambahkan, pendidikan tinggi ke depan akan bertransformasi dari lembaga pendidikan ke lembaga riset, bahkan menjadi entrepreneur university yang sejalan dengan perkembangan zaman.

“Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agent of education, tetapi juga agent of research, lalu menjadi agent of culture and development. Oleh sebab itu kemampuan soft skill sangat diperlukan, karena ini yang tidak dimiliki dan tidak bisa tergantikan oleh robot,” tutur Dirjen Ghufron di depan puluhan peserta seminar.

Pada kesempatan yang sama, Presiden sekaligus Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid yang juga menjadi salah satu pembicara mengungkapkan, tren ekonomi digital di Tanah Air semakin meningkat. Saat ini, produk halal menjadi potensi besar lantaran mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

Selama ini Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) sendiri merupakan salah satu program Baznas di bidang pendidikan. BCB merupakan beasiswa yang diberikan kepada  750 mahasiswa di 89 kampus di Indonesia. Tiga komponen beasiswa adalah uang saku, uang kuliah, dan pembinaan.

Dalam  pembinaan, Baznas mengajak komponen pengelola beasiswa, yakni pihak kemahasiswaan kampus untuk turut serta langsung dalam kegiatan membina penerima beasiswa.