Bangun SDM Unggul, Kemenristekdikti Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Irlandia

Selasa, 2 April 2019 | 17:48 WIB


JAKARTA – Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Irish Universities Association (IUA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ristekdikti-IUA Higher Degree Research Symposium. Selain sebagai bentuk kolaborasi bidang pendidikan antara Indonesia dengan Irlandia, pada kesempatan tersebut juga diadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar kedua belah pihak.

Head of International Affairs and External Engagement IUA, Sinéad Lucey mengatakan, IUA ingin terus membangun kemitraan bersama Indonesia melalui Kemenristekdikti. Menurut dia, Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara memiliki potensi sangat besar untuk menjadikan institusi pendidikan tingginya berkelas dunia. Maka dari itu, kolaborasi bersama negara-negara lain, termasuk Irlandia dibutuhkan sehingga dapat mengakomodasi dosen dan peneliti untuk mengembangkan risetnya.

“Sementara Irlandia merupakan negara yang luasnya relatif kecil sehingga keberhasilan kami adalah ketika seluruh lembaga pemerintahan berkolaborasi secara efektif. Terkait dengan kerja sama dan kesepakatan bersama Kemenristekdikti, kami menganggap bahwa keterlibatan langsung para staf akademik dan dekan pascasarjana menjadi instrumen yang diperhatikan. Apalagi, Januari lalu delegasi Kemenristekdikti telah mengunjungi tujuh universitas anggota IUA, dan sangat berkesan dengan penawaran program Ph.D di Irlandia,” tutur Sinéad Lucey di Hotel Century Jakarta, Senin (1/4).

Lebih lanjut, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Olivia Leslie yang turut hadir pada simposium tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama yang dibangun bersama Indonesia saat ini. Ia menambahkan, kesempatan dosen dan peneliti Indonesia berkolaborasi dengan universitas di Irlandia akan semakin terbuka.

“Saya juga berharap kemitraan dengan Indonesia akan berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak, terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset,” ucap Olivia.

Kesepakatan yang tertuang dalam MoU sendiri berlaku selama lima tahun ke depan, yakni berisi mengenai poin-poin untuk menyekolahkan mahasiswa Doktor Indonesia ke kampus-kampus anggota IUA di berbagai disiplin ilmu. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, keberadaan Doktor, khususnya dari kalangan dosen menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Pasalnya, dari sekira 280 ribu dosen tetap di Tanah Air, baru 15% yang bergelar Doktor. Sedangkan yang paling mendominasi adalah dosen bergelar Master (65%).

Tantangan mengembangkan pendidikan tinggi dan riset semakin berat seiring dengan kemajuan zaman. Agar tetap bersaing, Dirjen Ghufron menegaskan terus melakukan antisipasi bahkan menciptakan program-program terobosan untuk menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0. Sebagai negara berkembang, pihaknya sadar betul bahwa selain pembangunan infrastruktur dan transportasi, hal yang tak kalah penting untuk ditingkatkan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Saya berharap dengan simposium ini kita semua dapat berdiskusi mengenai cara-cara meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta SDM di dalamnya, serta mengurangi gap kualifikasi dosen yang bergelar Doktor. Tak hanya kualifikasinya, perlu juga dipikirkan strategi untuk regenerasi dosen karena ribuan dosen juga akan pensiun,” ujar Dirjen Ghufron.

Dirjen Ghufron memaparkan, selain melalui kolaborasi dengan berbagai negara sahabat, Kemenristekdikti tahun ini juga membuka beasiswa studi S-3 bagi para dosen melalui skema Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN). Terdapat 100 beasiswa yang disediakan bagi para dosen di seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tak hanya itu, berbagai program non-degree juga diimplementasikan tahun ini untuk meningkatkan skill para dosen.

“Sejak tahun 2015, baru kali ini kembali dibuka skema BPP-LN untuk pendaftar baru. Dengan dibukanya kembali BPP-LN yang kami kelola sendiri, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para dosen. Irlandia, dapat menjadi pilihan bagi para dosen sebagai destinasi studi,” terangnya.

Acara Ristekdikti-IUA Higher Degree Research Symposium sendiri diikuti oleh 180 orang dosen yang sudah melakukan pendaftaran online sebelumnya. Terdapat tiga tema yang dibahas pada kegiatan ini, meliputi: 1) Strategies for being World-Class Higher Degree Research Education Institution; 2) Higher Degree Research Education in Ireland; dan 3) How to Connect with PhD Supervisors in Ireland. Pada kesempatan tersebut, para peserta kemudian dibagi menjadi kelas-kelas yang spesifik, sesuai dengan bidangnya, yaitu biotechnology dan marine sciences(ira)