Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Selenggarakan Workshop Bimtek Kesehatan

Selasa, 12 Maret 2019 | 16:05 WIB


Yogyakarta (12/3) – Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UGM dan University of Nottingham menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Dosen di bidang Kesehatan: Penanganan Kanker Berbasis Precision Medicine. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta ini diikuti oleh 57 dosen yang berasal dari berbagai institusi di Tanah Air.

Bimtek tersebut mendatangkan langsung pakar-pakar precision medicine dari University of Nottingham, yaitu Prof. Mohammad Ilyas, DPhil, FRCPath dan Dr. Abhik Mukerjee, FRCPath. Sementara untuk narasumber dalam negeri diisi oleh sejumlah akademisi yang berasal dari UGM dan UI.

Dr. Bagus Muljadi, Assistant Professor dari University of Nottingham, sekaligus Director Indonesia Doctoral Partnership Program (IDTP) dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini adalah bentuk nyata kerja sama yang dibangun antara Kemenristekdikti dengan University of Nottingham. Ke depan, ia berharap, kegiatan ilmiah serupa serta diskusi-diskusi lainnya dapat lebih banyak terjalin, sehingga bisa meningkatkan kolaborasi Indonesia-Inggris yang sudah dibangun dan dibina selama ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Karier dan Kompetensi, Kemenristekdikti, Prof. Bunyamin Maftuh. Ia mengungkapkan, selain Bimtek, masih banyak program-program lain yang bisa dimanfaatkan oleh dosen Indonesia dalam upaya peningkatan kompetensinya.

“Salah satu yang menjadi prioritas adalah peningkatan kompetensi dosen di bidang kesehatan. Para peserta yang hadir di sini pun melalui seleksi yang ketat lantaran banyaknya peminat yang ingin mengikuti. Maka dari itu, saya berharap setelah kegiatan ini para peserta dapat berbagi ilmu pada rekan-rekannya di universitas,” ujar Prof. Bunyamin.

Lebih lanjut, kegiatan Bimtek Kesehatan ini juga akan dikaitkan dengan isu jaminan kesehatan. Wakil Dekan FK UGM, Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menambahkan, ilmu penanganan kanker ini menjadi penting, terlebih perlu dikaitkan dengan jaminan kesehatan. Sehingga, selain riset, kerja sama yang harus dibangun adalah pada tahap terapi.

“Bimtek penanganan kanker berbasis precision medicine ini adalah sebuah terobosan karena diagnosis ini penting. Diagnosis yang cepat dan akurat untuk penanganan pasien. Saya harap nantinya bisa mengarah pula sampai ke arah terapi,” tandasnya. (Ira)