Dies Natalis ITERA ke-4, Dirjen Ghufron Raih Penghargaan Adi Karsa Madya

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 16:25 WIB


LAMPUNG – Tanggal 6 Oktober 2018 menjadi hari yang sakral bagi Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri baru (PTN-B) binaan Institut Teknologi Bandung (ITB), ITERA memperingati Dies Natalis ke-4 dengan menyelenggarakan Sidang Terbuka yang diikuti oleh jajaran guru besar dan civitas akademika ITERA. Pada kesempatan tersebut, ITERA juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh Tanah Air, yang terdiri atas Penghargaan Adi Yasa Mahatama, Penghargaan Adi Karsa Utama, Penghargaan Adi Karsa Madya, dan Penghargaan Adi Karsa Pratama.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti yang menghadiri puncak acara Dies Natalis ke-4 ITERA tersebut menerima Penghargaan Adi Karsa Madya, sebuah penghargaan bagi insan-insan yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur ITERA, serta memiliki karya yang bermanfaat dan berdampak besar atau positif pada masyarakat. Selain Dirjen Ghufron, beberapa tokoh lain yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman; Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi; dan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Kennedy Simanjuntak.

Dirjen Ghufron mengungkapkan, kehadirannya kali ini ke ITERA merupakan momen istimewa lantaran selain menerima penghargaan, ia sekaligus ditugaskan mewakili Presiden RI, Joko Widodo yang berhalangan hadir ke Lampung. Padahal, Presiden sebelumnya diundang untuk memberikan orasi ilmiah pada sidang terbuka ITERA itu.

“Karena kesibukan Bapak Presiden dan Bapak Menristekdikti, maka kami ditugaskan untuk mewakili beliau pada acara Dies Natalis ke-4 ITERA hari ini. ITERA sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi di Sumatera tentu sangat kami harapkan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang unggul, terlebih memiliki target dalam waktu 25 tahun mampu sejajar dengan ITB,” ujar Dirjen Ghufron di ITERA, Lampung, Sabtu (6/10).

Rektor ITERA, Prof. Ofyar Z. Tamin, Ph.D mengatakan, pihaknya juga menobatkan Presiden Joko Widodo sebagai peraih penghargaan tertinggi, yaitu ITERA Adi Yasa Mahatama. Menurut dia, penghargaan tertinggi dan mulia ini diberikan kepada insan yang memiliki jasa sumbangsih luar biasa, baik moril, materiil, serta saran terhadap pembangunan ITERA. Pemberian Penghargaan Adi Yasa Mahatama secara simbolis diterima oleh Dirjen Ghufron, mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir.

Penghargaan selanjutnya, adalah Adi Karsa Pratama yang diberikan kepada insan yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur ITERA. Salah satu tokoh yang meraih penghargaan ini, yaitu Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Sofwan Effendi. Sementara tokoh lain di luar pejabat Kemenristekdikti yang juga mendapatkan Penghargaan Adi Karsa Pratama, meliputi Amich Alhumami dan Teni Widuriyanti dari Kementerian PPN/Bappenas, serta Staf Ahli Menkeu, Suminto.

Prof. Ofyar menambahkan, terdapat satu penghargaan lagi, yaitu Adi Karsa Utama yang akan diserahkan langsung kepada sang penerima di Jakarta. Adapun insan-insan yang akan mendapatkan penghargaan ini adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno dan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Terima kasih setinggi-tingginya kepada para peraih penghargaan juga kepada seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah bekerja-keras, berkomitmen, dan berdedikasi untuk memajukan ITERA. Semoga segala kemudahan, tantangan, maupun hambatan yang mengiringi perjalanan ITERA sejak awal didirikan pada tanggal 6 Oktober 2014 lalu hingga hari ini, 6 Oktober 2018 akan menjadikan ITERA yang lebih tangguh dan berkualitas di tahun-tahun mendatang,” tukas Rektor ITERA. (ira)