CPNS Dosen Kemenristekdikti 2018: Khitah Dosen Harus Tetap Jadi yang Utama

Jumat, 21 September 2018 | 19:43 WIB


JAKARTA (21/9) – Sebagai salah satu lembaga pemerintah yang mendapatkan porsi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 dengan kuota sebanyak 8.722 untuk dosen dan 920 untuk tenaga kependidikan, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti, mengaku gembira dengan kesempatan yang diberikan pemerintah melalui Kemenpan-RB kepada Kemenristekdikti demi memenuhi kebutuhan dosen di Perguruan Tinggi Indonesia. Meski jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi semua kebutuhan sumber daya manusia di perguruan tinggi Indonesia, dibukanya pendaftaran menjadi CPNS dosen di lingkungan Kemenristekdikti setidaknya telah membuat nuansa persaingan akademik di perguruan tinggi semakin hangat. Pasalnya seluruh sumber daya manusia unggul yang memiliki irisan dengan pendidikan tinggi nantinya akan bersaing demi mendapatkan satu tempat di Kementerian. Hal tersebut secara perlahan akan membentuk sebuah ekosistem baru yang bermutu dan berdaya saing tinggi di dunia keilmuan Indonesia.

Menanggapi kondisi demikian, Dirjen Ghufron mengatakan bahwa peta persaingan di dunia pendidikan memang sudah sepatutnya ada tanpa atau dengan adanya uji CPNS ini. Sebab, dosen bukanlah profesi yang biasa. Mereka harus berbeda dari yang lainnya. Tidak hanya dalam segi kompetensi dan kualifikasi, tetapi juga dalam segi kemampuan (soft skill dan hard skill) dan perspektif dalam berpikir dan melihat suatu keadaan.

“Meskipun saat ini banyak sekali sumber daya manusia kita yang telah berhasil menyelesaikan studi S-2, itu tidak menjamin bahwa mereka bisa menjadi seorang dosen yang ideal. Dosen itu bukan profesi sederhana. Mereka terlebih dahulu harus tahu khitah dosen itu seperti apa. Ada darma dan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan di dalamnya,” ujar Dirjen Ghufron.

Sebagai seseorang yang berada di balik cetak biru pembangunan sumber daya manusia di bidang Pendidikan Tinggi, Dirjen Ghufron berharap bahwa dibukanya kesempatan menjadi CPNS dosen tidak dimanfaatkan sebagai sarana bagi dosen Indonesia memasuki zona paling aman dalam bekerja, tetapi harus lebih dari itu. Sebab, formasi CPNS dosen yang dibuka tahun ini bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dosen secara administrasi, melainkan untuk menutupi lemahnya potensi Indonesia pada subbidang tertentu.

“Kemenristekdikti membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menutupi kekurangan yang masih menjadi urgensi pada subbidang tertentu. Kami berharap penerimaan CPNS dosen ini dapat menyaring dosen-dosen terbaik yang dapat memberi kontribusi tinggi bagi pembangunan bangsa di masa depan,” tegasnya.

Kuota formasi CPNS dosen di lingkungan Kemenristekdikti tahun ini merujuk pada berbagai aspek kebutuhan di perguruan tinggi saat ini antara lain pertumbuhan kampus-kampus baru di Indonesia; mengisi kekosongan tempat yang telah ditinggalkan oleh dosen yang sudah purnatugas, dan; menjaga proporsi antara jumlah rasio dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Selain itu, perkembangan zaman dan arah bisnis ke depan juga menjadi salah satu aspek lainnya yang jadi landasan.

“Jika kuantifikasi dosen di perguruan tinggi tidak seimbang, maka itu bisa menghambat jalannya proses pendidikan,” tambahnya.

Dirjen Ghufron berharap siapa pun yang nantinya dapat lulus dalam ujian CPNS dosen 2018 di lingkungan Kemenristekdikti tidak akan pernah melupakan khitahnya sebagai seorang dosen. Karena, ketika memilih menjadi dosen itu artinya siap mengabdikan diri seumur hidupnya kepada pendidikan dan dunia keilmuan. []