Proyek 4in1, Universitas Mulawarman Perdana Lakukan Groundbreaking

Jumat, 7 September 2018 | 16:53 WIB


SAMARINDA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir hadir dalam Groundbreaking Proyek 4in1 di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur. Groundbreaking yang ditandai oleh suara sirine dan pemecahan kendi tersebut sekaligus mengawali pelaksanaan proyek yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) sejak kerja sama ditandatangani pada tahun 2016.

Melalui hard program 4in1 Project, Project Implementation Unit (PIU) Unmul akan membangun tujuh infrastruktur, meliputi Laboratorium Riset Farmasi, Science Learning Center, Laboratorium Terintegrasi, ICT Center, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, serta renovasi landscape dan trotoar di lingkungan kampus. Menteri Nasir mengungkapkan, selama ini IsDB sudah banyak berperan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Bahkan, nilai proyek untuk hard program pembangunan infrastruktur di PIU Unmul mencapai USD29,5 juta atau senilai Rp324,118 miliar. Sementara hard program untuk pengadaan barang dan peralatan dialokasikan sebesar USD12,83 juta.

“Saya ucapkan selamat kepada Universitas Mulawarman yang hari ini melaksanakan groundbreaking 4in1 project. Hal ini terwujud tidak lepas dari kerja keras dan perjuangan rektor dan para tim dari mulai awal pembuatan proposal. Unmul juga saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan yang sudah terakreditasi A,” ujar Menteri Nasir dalam sambutannya, Kamis (6/8/2018).

Kendati demikian, Menteri Nasir mengingatkan agar pengawasan selama proses pembangunan dilakukan secara ketat. Pasalnya, pembangunan yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu 22 bulan itu rawan terjadi masalah. Pengawasan ini, lanjut Menteri Nasir, dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pihak kejaksaan (tinggi), dan tim teknis PIU Unmul.

“Pengawasan penting, karena berpengaruh terhadap kecepatan pembangunan sesuai dengan rencana. Saya berharap pembangunan akan berjalan dengan baik, terlebih proyek bersama IsDB ini termasuk yang tercepat, 2,5 tahun sudah bisa groundbreaking,” tambahnya.

Menteri Nasir juga menambahkan, harus menjadi catatan bahwa proyek 4in1 di Universitas Mulawarman (Unmul) dan 3 (tiga) perguruan tinggi lainnya yang masuk dalam proyek 4in1 IsDB ini juga sudah terintegrasi dengan Sistem Monitoring dan Evaluasi (SIMonev) Kemenristekdikti.

“Jadi saya tidak akan lagi harus datang ke Unmul, tetapi kami bisa melakukan monitor pergerakan pembangunannya terus-menerus melalui SIMonev tersebut. Saya harapkan dalam masa 2 (dua) tahun proyek ini sudah selesai,” tambah Nasir.

Pelaksanaan proyek 4in1 sendiri, menurut Menteri Nasir bertujuan untuk mempersiapkan pendidikan tinggi era revolusi industri 4.0 sesuai dengan potensi dan keunggulan daerah, serta menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang berdaya saing. Senada dengan Menteri Nasir, Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si menjelaskan, alokasi dana yang dikucurkan dalam proyek cukup besar sehingga monitoring dan pengawasan menjadi hal yang krusial. Dia menyebut, total dana 4in1 Project di PIU Unmul, baik dari IsDB maupun dana dari pemerintah mencapai sebesar USD51,4 juta atau senilai Rp700 miliar.

“Saya ingat akhir tahun 2015 lalu Pak Menteri datang untuk menerima aset lahan dari pemerintah provinsi, dan saat ini amanah tersebut dapat dimanfaatkan. Sekarang tugas kita semua, dengan alokasi dana yang besar adalah mengawasi dan melihat sehingga apa yang dibangun dapat dirasakan manfaatnya, termasuk melaksanakan berbagai aktivitas ranah unggulan Unmul,” ucap Rektor Unmul.

Selain pembangunan infrastruktur melalui hard program, 4in1 Project juga memberikan kesempatan kepada dosen untuk meningkatkan kapasitasnya melalui soft program yang sudah dilakukan terlebih dahulu. Implementasi soft program tersebut di antaranya berupa staff development dengan menambah jumlah dosen berkualifikasi S-3, pengembangan kurikulum, dan konsorsium riset. Alokasi untuk soft program ini mencapai USD5,52 juta.

Vice Direktur PIU Unmul sekaligus Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unmul, Dr Bohari Yusuf, M.Si mengatakan, Unmul yang diproyeksikan sebagai Center of Excellence (CoE) Tropical Studies telah mengirim sebanyak 22 orang dosennya ke berbagai perguruan tinggi terbaik dunia untuk menempuh studi tingkat lanjut dengan bidang yang relevan. Tak hanya itu, kualitas penelitian juga dilakukan melalui konsorsium riset dengan tiga perguruan tinggi lain.

“Laboratorium terintegrasi yang dibangun nanti akan dilengkapi alat-alat tercanggih dan fasilitas terbaik di perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Sedangkan Science Learning Center fokus untuk pengembangan ilmu sains dasar, tidak hanya dari Fakultas MIPA tetapi juga jurusan lain yang berhubungan dengan ilmu-ilmu seperti matematika, fisika, dan kimia,” tutur Bohari.

Turut hadir dalam Ground Breaking Proyek Pembangunan Infrastruktur Unmul 4in1 Project di antaranya Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im; Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Sofwan Effendi; Human Development Specialist IsDB Country Gateway Office Indonesia, Deni Ahmad Fauzi; Direktur Eksekutif Project Management Unit (PMU) 4in1 Project, Suseno Amien; Direktur Eksekutif Project Implementation Unit (PIU) 4in1 Project Unmul, Mustaid Yusuf; Wakil Gubernur Terpilih Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi; serta beberapa dekan dan guru besar di lingkungan Unmul.

4in1 Project sendiri yang merupakan kerja sama IsDB dan Kemenristekdikti mencakup pembangunan CoE di empat perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Selain Unmul yang menjadi CoE Tropical Studies, tiga PTN lainnya adalah Universitas Jember (Unej) sebagai CoE Bioteknologi, Universitas Negeri Malang (UM) sebagai CoE Learning Innovation, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai CoE Food Security. Dalam waktu dekat, ketiga perguruan tinggi tersebut juga akan melakukan ground breaking pembangunan infrastruktur 4in1 Project(ira/ardian)