Sambut ASIAN Games 2018, Dirjen Ghufron Ikut Serta Bawa Obor di Torch Relay Yogyakarta

Kamis, 19 Juli 2018 | 14:52 WIB


YOGYAKARTA – Konser Kirab Obor atau Torch Relay dalam rangka menyambut pagelaran akbar ASIAN Games 2018 telah sukses digelar di Kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta pada Rabu malam (18/7). Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri itu kemudian dilanjutkan dengan Torch Relay pada pagi harinya di pusat kota Yogyakarta dengan melibatkan tokoh-tokoh sebagai pembawa obor. Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti berkesempatan ikut berlari membawa obor menyusuri Jalan Brigjen Katamso sampai Jalan Mayjend Sutoyo.

Torch Relay ASIAN Games 2018 semakin meriah lantaran banyak siswa dan masyarakat Yogyakarta berjejer untuk melihat kirab obor tersebut. Ditemui usai membawa obor, Dirjen Ghufron mengaku kesempatan ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, sekaligus sebagai sebuah dukungan nyata pada penyelenggaraan ASIAN Games 2018.

“Kesempatan Indonesia sebagai tuan rumah ASIAN Games tidak setiap 10 tahun atau bahkan bisa 20 tahun sekali. Untuk itu, ini kesempatan emas yang harus disukseskan oleh seluruh komponen bangsa, termasuk dari Kemenristekdikti, para sponsor, dan institusi lainnya. Kami sendiri bahagia serta bangga karena ikut berkontribusi membawa obor ASIAN Games yang sangat fenomenal ini,” tutur Ghufron, Kamis (19/7).

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu berharap, Indonesia tidak hanya sukses menyelenggarakan ASIAN Games, tetapi juga mampu mendulang banyak prestasi di berbagai cabang olahraga. Baginya, ajang ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Indonesia lebih sehat.

“Selain itu, tentunya dampak dari pertumbuhan ekonomi karena ajang ini juga dapat dirasakan masyarakat,” sebutnya.

Dirjen Ghufron menjelaskan, terkait prestasi atlet Tanah Air, perguruan tinggi memiliki andil melalui program studi olahraga atau ilmu keolahragaan dan kesehatan jasmani. Melahirkan atlet tingkat dunia, ucap dia, juga membutuhkan peran besar dari dosen-dosen yang mumpuni di bidangnya, termasuk fasilitas sarana-prasarana latihan yang memadai.

“Memang memerlukan suatu penyiapan yang panjang untuk melahirkan atlet yang sukses. Perguruan tinggi, seperti UNJ sudah memiliki fasilitas yang cukup baik, cabang olahraganya pun beragam. Namun, kami ingin selain teori ada pula pengetahuan untuk penanganan serta pemulihan jika mereka cedera,” terangnya.

Dirjen Ghufron juga menyinggung soal kompetensi dosen bidang keolahragaan dan kesehatan jasmani. Ia menggarisbawahi bahwa dosen bidang ini dituntut tidak sekadar jago teori, tetapi juga menguasai praktik dan teknik permainan. Oleh sebab itu, perekrutan dosen bidang olahraga ikut mempengaruhi jumlah atlet andal yang dicetak oleh perguruan tinggi.

“Terkait perekrutan dosennya, memang dibutuhkan dosen yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga harus profesional. Artinya, mereka yang direkrut ada keterpanggilan terhadap olahraga, dan transfer ilmu dan skill ke anak didiknya itu juga harus tinggi.

Torch Relay ASIAN Games 2018 akan dilakukan di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia sebelum akhirnya dikobarkan di Jakarta pada upacara pembukaan tanggal 18 Agustus mendatang. Di Yogyakarta sendiri, Kirab Obor dimulai dari Keraton dan dibawa secara estafet keliling kota, dan berakhir di Tugu Yogyakarta. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menjadi pelari estafet pertama yang membawa obor untuk kemudian diserahkan ke pejabat lain, seperti Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti; Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri; dan Komandan Lanud Adisutjipto, TNI Tedi Rizalihadi. (Ira)