Academic Leader Award 2018, Apresiasi Kemenristekdikti untuk Dosen dan Rektor Indonesia

Kamis, 5 Juli 2018 | 16:10 WIB


JAKARTA – Maju dan suksesnya pendidikan tinggi suatu negara tidak lepas dari peran para dosen hebat. Sebagai akademisi, dosen-dosen telah mendedikasikan hidupnya untuk mengajar, meneliti, juga mengembangkan ilmu pengetahuan. Tak sedikit temuan dan inovasi yang telah mereka hasilkan, bahkan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Sayangnya, hasil kerja yang lebih sering dilakukan dalam senyap dan keheningan tersebut membuat prestasi para akademisi tidak terlihat secara kasat mata. Hal ini membuat inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi cenderung minim apresiasi dari masyarakat. Di sisi lain, saat ini Indonesia sedang membutuhkan sosok ilmuwan yang mampu menjadi role model serta menginspirasi generasi muda di era persaingan global.

Berangkat dari krisis tersebut, sebagai wujud apresiasi terhadap akademisi, khususnya dosen Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan menyelenggarakan Academic Leader Award tahun 2018. Kegiatan ini menjadi ajang penghargaan bagi sosok pemimpin akademik yang berdedikasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi Tanah Air. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, academic leader tidak hanya mengarah pada pemimpin institusi semata, tetapi juga mereka yang memposisikan diri sebagai seorang profesional, inspirator, serta motivator di kelompok atau bidang keahliannya.

“Kami melihat ada gairah dan upaya nyata dari para pemimpin perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, namun selama ini kurang terekspos luas ke publik. Ajang Academic Leader Award ini pun menjadi apresiasi dari pemerintah untuk sosok yang sudah menunjukkan semangat meningkatkan mutu pendidikan tinggi kepada masyarakat,” ujar Dirjen Ghufron, Kamis (5/7).

Academic Leader Award, ucap Dirjen Ghufron, tahun ini menjadi rangkaian acara dari penyelenggaraan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2018. Menjadi penutup kegiatan SCKD 2018 pada 17 Agustus malam mendatang, penghargaan kepada insan akademik ini juga bersamaan dengan momentum HUT RI ke-73. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu berharap, apresiasi ini dapat menjadi cikal bakal lahirnya academic leader baru lainnya yang mampu membawa perguruan tinggi Indonesia beserta riset dan inovasinya berkelas dunia.

“Peran pemimpin sangat vital bagi sebuah institusi. Terlebih pemimpin perguruan tinggi, tanggung jawabnya sangat besar sebab mereka dituntut untuk cakap mengelola institusi dan organisasi secara sehat, tetapi tidak boleh melupakan tugas mereka sebagai seorang dosen dan ilmuwan,” terang Dirjen Ghufron.

Terkait hal tersebut, Academic Leader Award tahun 2018 tidak hanya diperuntukkan bagi dosen yang sepanjang kariernya telah menghasilkan penelitian, inovasi, dan publikasi yang bermanfaat bagi pembangunan nasional saja, tetapi juga ada kategori bagi para dosen yang diberi tugas tambahan sebagai rektor atau direktur perguruan tinggi Indonesia. Untuk dosen sebagai Academic Leader, kategori penghargaan terdiri atas tujuh bidang, meliputi: 1) sains; 2) teknologi; 3) sosial humaniora; 4) seni dan budaya; 5) kesehatan; 6) pertanian; dan 7) kemaritiman. Sementara untuk dosen dengan tugas tambahan sebagai rektor dikualifikasikan berdasarkan: 1) rektor di PTN-BH; 2) rektor di PTN BLU; 3) rektor atau direktur PTN Satker; dan 4) pemimpin PTS.

Saat ini pendaftaran Academic Leader Award tahun 2018 sudah mulai dibuka secara online melalui  http://link bit.ly/academicleader2018 untuk dosen sebagai academic leader dan/atau http://bit.ly/dosensbgrektor2018 untuk dosen sebagai rektor. Batas akhir pengisian dokumen setiap kategori dilakukan sampai 17 Juli 2018. Tahap berikutnya, yakni penilaian dokumen yang dilaksanakan dari 19-21 Juli, dilanjutkan dengan verifikasi tim penilai dari 23 Juli-7 Agustus. Adapun informasi lengkap mengenai ajang ini dapat diakses melalui laman http://sumberdaya.ristekdikti.go.id. (ira)