Membumikan Pendidikan Tinggi, Bersumbangsih Wujudkan Citarum Harum

Kamis, 3 Mei 2018 | 15:31 WIB


BANDUNG – Masih dengan sub tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018, yakni “Membumikan Pendidikan Tinggi, Meninggikan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia”, Kemenristekdikti secara khusus menggelar acara Sumbangsih Pendidikan Tinggi untuk Wujudkan Citarum Harum.

Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata para akademisi, mahasiswa, hingga pemerintah dalam mendukung program nasional mempercepat pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum yang dicanangkan melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2018.

Sarasehan juga menjadi wadah Kemenristekdikti untuk meluncurkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat. Peluncuran KKN Tematik pun disaksikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti, dan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Tri Hanggono Achmad.

Menristekdikti mengatakan, permasalahan Sungai Citarum sangat kompleks, sehingga membutuhkan peran bersama tak terkecuali pendidikan tinggi. Menurut dia, wilayah Jawa Barat sendiri memiliki jumlah perguruan tinggi yang sangat banyak. Bahkan, beberapa di antaranya kampus-kampus terbaik di Tanah Air, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Unpad. Artinya, lanjut Menteri Nasir, potensi SDM untuk mewujudkan Citarum Harum sangatlah besar.

“Saat ini Sungai Citarum mejadi salah satu yang terkotor di dunia. Persoalan ini harus mampu dijawab oleh seluruh elemen masyarakat tak terkecuali oleh pendidikan tinggi baik yang ada di Jawa Barat, maupun DKI Jakarta yang terkena dampaknya,” ujar Menteri Nasir di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kamis (3/5/2018).

Menteri Nasir pun menjelaskan bahwa KKN Tematik Citarum Harum menjadi respons cepat Kemenristekdikti menanggulangi permasalahan Sungai Citarum. Pihaknya pun telah berkordinasi dan menugaskan seluruh Rektor PTN dan PTS yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk ikut serta terjun ke lapangan melalui program KKN Tematik tersebut.

“Kami akan melakukan pengklasteran mulai dari hulu, tengah, dan hilir sesuai bidang masing-masing. Jadi saya tidak ingin KKN dijadikan jalan-jalan saja, tetapi bagaimana KKN betul-betul bisa memberikan pendampingan kepada masyarakat dan menginplementasikan inovasi dari mahasiswa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dalam hal ekonomi, pendidikan dan kesehatannya,” tegas Nasir.

Menteri Nasir berharap program KKN Tematik ini dapat berjalan secara berkelanjutan hingga mampu mendukung target pemerintah untuk merevitalisasi Sungai Citarum selama tujuh tahun. Secara khusus, ia pun menargetkan dalam waktu dua tahun harus ada perubahan yang signifikan pada Sungai Citarum, baik dari sisi kualitas air maupun lingkungannya.

“Saat ini mahasiswa yang sudah terlibat dalam KKN Tematik Citarum Harum kurang lebih 250 orang, nanti ke depannya dalam satu tahun ini kami ingin melibatkan 1.500 mahasiswa. Saya juga berharap melalui KKN Tematik ini, dalam dua tahun bisa memberikan pengaruh yang signifikan bagi sungai Citarum,” imbuh Menteri Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Menko bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan merasa senang dan mengapresiasi sumbangsih dari perguruan tinggi di Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk mengubah sungai Citarum yang lebih baik melalui program KKN Tematik Citarum Harum ini. Di hadapan 1.000 peserta yang terdiri atas para akademisi dan mahasiswa, Menteri Luhut memaparkan permasalahan di sepanjang DAS Citarum yang panjangnya mencapai 297 kilometer.

“Peran pendidikan tinggi sangat penting untuk mendukung revitalisasi Sungai Citarum. Selain melakukan pendampingan masyarakat melalui KKN Tematik, pengembangan riset, inovasi, kurikuum, dan teknologi juga punya dampak besar untuk mengubah Sungai Citarum yang lebih baik. Berbagai program studi juga sangat besar potensinya untuk berkontribusi pada program nasional ini, ” terang Menteri Luhut.

Permasalahan Sungai Citarum, tambah Menyeri Luhut, telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo sebab sungai ini memiliki dampak yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dia juga menegaskan bahwa upaya revitalisasi Sungai Citarum bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah aksi nyata yang didukung oleh payung hukum.

“Dikeluarkannya Perpres 15 Tahun 2018 sebagai terobosan untuk mensinergikan peran dan kewenangan berbagi instansi dan stakeholders terkait. Untuk itu dalam tujuh tahun kita harus bisa mengubah sungai Citarum, kita bangun kerja sama tim yang kuat, karena tanpa kerja sama tim, masalah tidak akan terselesaikan,” sebutnya.

Menteri Luhut dan Menristekdikti juga sempat melakukan teleconference bersama mahasiswa, masyarakat, dan militer di hulu Sungai Citarum yang sedang menanam bibit kopi. Hal ini semakin meningkatkan optimisme dan semangat untuk mewujudkan Citarum Harum.

“Kalian adalah anak muda yang membawa indonesia hebat. Untuk itu, bekerja keraslah karena masa depan nanti yang menikmati kalian semua. Mahasiswa harus berpikir ke depan, tidak hanya akademik, tetapi juga untuk kesejaheraan bangsa kita,” pesannya.

Hadir juga dalam acara ini Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenko Kemaritiman dan Kemenristekdikti, Sesjen Wantanas, Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat Uman Suherman, Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah, Rektor PTN dan PTS se-Jawa Barat, dan civitas akademika Unpad.