Kehadiran Smart Building Pacu Peningkatan Riset dan Publikasi

Senin, 5 Maret 2018 | 11:34 WIB


YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan Gedung Pascasarjana, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) pada Kamis, 1 Maret 2018. Secara simbolis, peresmian gedung ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat UGM, Pratikno didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, Prof. Panut Mulyono selaku Rektor UGM, dan disaksikan oleh pejabat lainnya.

Gedung Pascasarjana ini merupakan salah satu bentuk dukungan Tahir Foundation terhadap pendidikan tinggi di Indonesia dengan menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp100 miliar. Dengan luas 9.760.032 m2, bangunan tersebut mengangkat konsep “Smart Building for Smart Education, Social Life, and Healthy Life”.

Sesuai dengan konsep tersebut, gedung ini telah memenuhi tiga kriteria untuk smart building. Pertama, automated building dengan menggunakan solar sel energi yang dapat meminimalisir penggunaan energi listrik. Kedua, kriteria functionally dengan digital library serta smart class room yang akan menjadi ikon Gedung Pascasarjana FKKMK. Kriteria terakhir yaitu social aspect, dimana gedung ini menyediakan fasilitas yang bisa digunakan oleh masyarakat umum, seperti fasilitas ruang fitness, ruang laktasi, kantin sehat, dan faculty shop.

Prof. Panut Mulyono mengatakan bahwa gedung pascasarjana ini dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan serta dilengkapi kecanggihan alat-alat praktikum yang telah memadai.

“Perubahan begitu cepat. Sehingga peralatan yang digunakan  untuk melakukan praktik di sini harus menyesuaikan kondisi yang di luar. Hal ini perlu dilakukan agar pendidikan kita selalu relevan sesuai kebutuhan industri masyarakat”. Dengan demikian, beliau berharap gedung baru FKKMK UGM dapat meningkatkan publikasi karya ilmiah serta mengatasi masalah berbagai jenis penyakit yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Senada dengan Prof Panut, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti pun merasa kehadiran smart building dapat membangkitkan semangat publikasi dan penelitian ilmiah para dosen dan lektor muda.

“Sarana prasarana sudah sangat memadai. Saya harap kedepannya publikasi, inovasi, dan penelitian ilmiah lebih baik lagi. Sehingga bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat Indonesia,” tutur Ghufron.

Menurut Ghufron, pembangunan gedung ini telah mendorong proses pembelajaran modern sesuai dengan Pendidikan Era Revolusi 4.0. “Dengan IT yang canggih, mudah-mudahan bisa mendorong proses pembelajaran modern mahasiswa UGM,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKKMK UGM, Prof. dr. Ova Emilia menjelaskan secara singkat bahwa gedung dengan 8 lantai dan 1 basement tersebut akan dipergunakan untuk aktivitas pembelajaran 27 prodi yang terdiri dari 20 program studi pendidikan dokter spesialis, 6 program studi magister, dan 1 program doktor.

Melalui peresmian Gedung Pascasarjana FKKMK, Eva menaruh harapan besar untuk pendidikan di Indonesia. “Melihat gedung megah ini telah dilengkapi dengan sarana dan konektivitas yang telah memadai, semoga kedepannya bisa memperbaharui sistem pendidikan,” tuturnya.

Peresmian Gedung Pascasarjana FKKMK UGM turut dihadiri pula oleh Pendiri Tahir Foundation Prof. Dr. Dato Sri Tahir. Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Konsep Triple Helix dalam Penguatan Pendidikan Perguruan Tinggi” yang diikuti oleh dosen, baik dari UGM maupun dari universitas lainnya yang menjadi undangan pada peresmian tersebut. (smg)