Gandeng Coventry University, Kemristekdikti Tingkatkan Beasiswa PhD ke Inggris

Selasa, 29 Agustus 2017 | 11:54 WIB


Jakarta (25/8) – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti terus menggenjot jumlah dosen bergelar Doktor (S-3). Berkolaborasi dengan salah satu kampus di Inggris, Coventry University, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna menambah beasiswa PhD bagi dosen ke Negeri Ratu Elizabeth itu.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi dosen, termasuk memikirkan strategi internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia. Kolaborasi kedua belah pihak dinilai penting untuk memberikan pengalaman pendidikan berkualitas tinggi kepada dosen dan ilmuwan, yang tentunya akan berdampak pada kualitas penelitian yang baik. Adapun berbagai skema telah dirancang, seperti program beasiswa PhD, short course, program pertukaran, joint research, kolaborasi pembuatan jurnal internasional, dan kursus bahasa Inggris untuk program PhD.

Dirjen Ghufron menjelaskan, beasiswa PhD akan ditanggung oleh kedua belah pihak. Tiga tahun pertama akan ditanggung oleh Kemristekdikti. Kemudian satu tahun berikutnya oleh Coventry University.

“Kerja sama ini perlu disambut baik karena Inggris menjadi salah satu destinasi favorit bagi dosen dan peneliti Indonesia. Tahun ini sudah ada ratusan beasiswa dengan berbagai skema untuk dosen studi ke Inggris,” tutur Ghufron dalam sambutannya, Jumat (25/8).

Kemitraan yang terjalin antara Kemristekdikti dengan Coventry University, lanjut Ghufron, diharapkan mampu menambah jumlah Doktor di Indonesia. Sedangkan bidang unggulan yang akan diperkuat dengan Coventry University adalah teknik dan kesehatan.

“Terutama untuk keperawatan. Karena di Indonesia ini perawat banyak, tetapi di tingkat internasional belum dapat mengisi tenaga kerja. Nah harapan berikutnya adalah peningkatan kapasitas dan mobilisasi dosen, baik melalui kolaborasi riset, pertukaran, program Non-degree, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Pada penandatanganan MoU tersebut, pihak Coventry University diwakili oleh Executive Director Centre of Trust Peace and Social Relations, Mike Hardy. Dia mengatakan, kerja sama ini sangat penting lantaran pihaknya ingin mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Tanah Air. Menurut dia, Coventry University tidak membatasi jumlah mahasiswa Indonesia yang akan menempuh studi di sana.

“Mungkin melalui kesepakatan ini per tahun dapat memberangkatkan 20 sampai 30 dosen. Persyaratannya tidak sulit, mereka perlu mendapat izin dan rekomendasi kemudian mendaftar untuk memperoleh letter of acceptance,” imbuh Hardy.

Hardy sendiri setuju dengan upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi perawat. Dia menilai, faktor utama yang menyebabkan perawat Indonesia belum dapat berkiprah di ranah internasional, yaitu terkendala kemampuan bahasa Inggris. Selain itu, keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan juga perlu ditingkatkan.

Komitmen yang dibangun bersama antara Kemristekdikti dengan Coventry University turut didukung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik yang hadir menyaksikan penandatanganan MoU. Moazzam menyambut baik kemitraan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan kampus-kampus Inggris. Pasalnya, Indonesia butuh sumber daya manusia yang unggul untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Dengan potensi yang ada, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar di dunia. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya manusia penting sebagai investasi jangka panjang. Kami Pemerintah Inggris selalu memberikan dukungan, terutama dalam pendidikan,” sebut Moazzam.

Adapun jangka waktu kerja sama dimulai pada tanggal penandatanganan hingga 31 Agustus 2023. Acara penandatanganan MoU diakhiri dengan pertukaran cindera mata antara kedua belah pihak dan foto bersama. (ira)