Klarifikasi Dugaan Plagiasi Rektor Terpilih Universitas Halu Oleo

Sabtu, 22 Juli 2017 | 16:58 WIB


Untuk diketahui pemilihan Rektor di Universitas Halu Oleo sudah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2017 dan berjalan lancar sesuai peraturan perundang-undangan dan yang terpilih adalah Muhammad Zamrun Firihu. Namun demikian setelah selesai Forum Dosen Universitas Halu Oleo melaporkan dugaan tindak plagiarisme atas nama Muhammad Zamrun Firihu.

Adapun artikel yang diduga hasil plagiasi adalah plagiarism terhadap karya peneliti orang lain maupun karya/jurnal sendiri (self plagiarism), artikel tersebut diantaranya; (1) Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramis Sintering Experiments. 2016. Contempory Engineering Science. Vol.9. No.5. 237-247 HIKARI.Ltd; (2) 2.45 GHZ Micowave Drying of Cocoa Bean. 2016. ARPN Journal of Engineering and Applied Science. Vol.11. No.19/ ISSN 1819-6608. Asian Research Publishing Network (ARPN); dan (3) Role of Triple Phonons Excitations in Large Angle Quasi-Elastic Scattering of Very Heavy Mass Systems. International Journal of Modern Physics. Vol.25. No.8.

Berdasarkan laporan tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membentuk Tim Investigasi Dugaan Plagiasi Karya Ilmiah yang terdiri dari; (1) Prof. Dr. John Hendri, M.S.; (2) Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si.; (3) Prof. Dr. Ir. Adang Suwandi Ahmad; (4) Prof. Dr. Drs. Terry Mart; (5) Ulfiandri, SH. MH.; (6) Herman Susanto, S.Sos., MM.; (7) Vida Megistra, S.H.; (8) Akbar Agam Parmato, S.H.; dan (9) M. Irhash Aliya, S.H.

Dari hasil investigasi terhadap artikel Muhammad Zamrun Firihu ditemukan:

  1. Fakta: Terdapat kesamaan pada bagian kesimpulan dan pendahuluan dalam struktur kalimat pada artikel no (1). Analisa: Artikel no (1) ditulis berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode yang sama dengan artikel yang diduga diplagiasi. Kesamaan tersebut bersifat umum yang tertulis pada bagian kesimpulan, yang disusun berdasarkan hasil dan analisis data penelitian, secara substansi isi artikel berbeda, tetapi artikel-artikel yang relevan dari penulis atau editor dengan tema riset yang sama dengan yang diduga diplagiasi terdapat pada sitasi dan daftar pustaka yaitu pada referensi;
  2. Fakta: Terdapat kesamaan pada bagian pendahuluan pada paragraph pertama dan kedua artikel no (2) Analisa: Artikel ditulis berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode yang sama dengan artikel yang diduga di plagiasi. Paragraf yang sama berisi tentang informasi umum tema penelitian tsb. Artikel yang diduga diplagiasi dicantumkan pada sitasi dan daftar pustaka.
  3. Fakta: Terdapat kesamaan satu kalimat pada bagian abstraks, kesamaan formulasi persamaan pada bagian teori sub-2, kesamaan paragraf pertama bagian perbandingan hasil eksperimen efek eksitasi triple phonons, kesamaan data Tabel 1 unsur Cr+Pb, Fe+Pb, Ni+Pb, Zn + Pb, dan dua kalimat pada awal paragraf bagian kesimpulan, serta kalimat pada awal paragraf kedua bagian kesimpulan pada artikel no (3) dengan formulasi persamaan pada paragraf pertama bagian teori sub-2, paragraf pertama bagian perbandingan hasil eksperimen pada efek eksitasi multiphonons, kalimat pada awal paragraf pertama dan kalimat pada awal paragraf ketiga bagian ringkasan (summary) dengan artikel yang diduga diplagiasi. Analisa: Artikel yang diduga hasil plagiasi adalah karya mandiri yang merupakan kelanjutan riset dari karya bersama tahun 2008 yang diduga di plagiasi. Artikel ditulis berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode yang sama tentang ‘large angle quasi-elastic scattering’ dengan meniadakan interaksi multhiphonon karena pengaruh struktur materi unsur Ti terhadap unsur Cr+Pb, Fe+Pb, Ni+Pb, dan Zn+Pb, tetapi pada karya mandiri ditambahkan kajian interaksi baru triple phonons to phonons. Artikel yang diduga di plagiasi disitasi dan dicantumkan pada daftar pustaka.

Dari hasil investigasi tersebut, pada tanggal 14 Juli 2017, Tim Investigasi Dugaan Plagiasi Karya Ilmiah melaksanakan rapat pertemuan yang menghasilkan kesimpulan akhir yaitu: Berdasarkan fakta yang ditemukan dan analisis yang dilakukan, Tim berkesimpulan bahwa isi ketiga artikel Saudara Dr. Muhammad Zamrun Firihu tidak termasuk kategori tindak plagiasi.

Dalam mendapatkan kesimpulan tersebut, Tim lebih menekankan pada substansi dan kontribusi artikel yang ditulis oleh terduga plagiator (Muhammad Zamrun Firihu). Khusus dalam bidang sains, teknologi, dan kedokteran kesamaan tekstual belum tentu merupakan tindak plagiasi, namun harus lebih ditekankan pada produk atau kontribusi terhadap pengembangan keilmuan yang dihasilkan oleh penulis.