Yuk, Dukung Calon Doktor Muda Indonesia Raih Penghargaan Kehutanan Tingkat Internasional

Rabu, 31 Mei 2017 | 14:44 WIB


Achmad Solikhin menjadi satu-satunya mahasiswa asal Indonesia yang masuk nominator Schweighofer Prize 2017, sebuah penghargaan sektor kehutanan di Eropa bagi para inovator muda. Ajang ini setidaknya diikuti oleh 33 universitas di seluruh dunia. Namun, hanya perwakilan dari enam universitas yang masuk nominasi calon pemenang.

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kini terdaftar sebagai peserta Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch I itu mengangkat ide riset tentang kayu superhidrofobik, seperti lotus dan talas. Riset ini dia lakukan ketika mengikuti program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) di Shizuoka University Jepang pada November 2016 hingga Februari 2017.

“Keunikan dari ide riset ini, belum ada kayu superhidrofobik dari Indonesia, terutama kayu cepat tumbuh yang bersifat inferior atau tidak awet dan kekuatan jelek. Kekuatan kayu ini akan ditingkatkan dengan impregnasi menggunakan material nano,” jelas Achmad.

Meski terdaftar sebagai perwakilan kampus Jepang, calon doktor muda itu tetap bangga dan bersyukur bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional. Pasalnya, Achmad mengaku sempat minder ketika melihat saingannya berasal dari kampus-kampus ternama dunia, seperti ETH Zurich, University of Pennsylvania, Columbia University, dan masih banyak lagi.

“Mereka pasti anak-anak pintar semua karena dari institusi peringkat terbaik dunia. Saya ingin berterima kasih juga kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang telah memberi kesempatan beasiswa untuk mengikuti program ini,” ucap pria berusia 25 tahun itu.

Pemenang Schweighofer Prize 2017 akan diumumkan pada 20 Juni mendatang. Oleh sebab itu, saat ini Achmad masih membutuhkan dukungan agar bisa menang dan membawa pulang hadiah sebesar 5.000 euro atau senilai Rp74,4 juta. Berikut ini langkah-langkah untuk memberikan vote:

  1. Klik link ini: https://www.schweighofer-prize.org/student_award/
  2. Pilih gambar Achmad Solikhin dan klik vote
  3. Isikan nama, e-mail, dan anti-spam kode
  4. Klik I’ve read and understood the terms and conditions and fully accept them
  5. Kemudian pilih send your vote now

Voting dibuka sampai 19 Juni 2017. Mohon bantuannya, terima kasih,” tuturnya.

Selain menjadi nominator penghargaan bergengsi tingkat dunia, Achmad juga mampu membuktikan bahwa menulis publikasi internasional bukan menjadi momok yang menakutkan. Bagaimana tidak,  selama mengikuti program PMDSU, mahasiswa bimbingan Prof. Yusuf Sudo Hadi itu mampu menyelesaikan 11 publikasi internasional di jurnal bereputasi. Empat di antaranya sudah publish, dua publikasi dalam proses pertimbangan accepted, dan lima lainnya dalam tahap review.

Bagi Achmad, menulis publikasi merupakan cara mengaktualisasi ide, baik secara scientific atau pun tidak. Lebih penting lagi, dia mampu produktif menghasilkan karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Suka duka menulis jurnal itu sering ditolak. Tetapi alhamdulillah dengan tantangan seperti itu membuat saya mandiri dan berani untuk submit publikasi,” pungkasnya. (ira)