K.H. Ma’ruf Amin Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah

Jumat, 26 Mei 2017 | 17:30 WIB


Malang (24/5) – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mendapat gelar Profesor bidang Hukum Ekonomi Islam berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 69195/A2.3/KP/2017 tertanggal 16 Mei 2017.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno UIN Maulana Malik Ibrahim itu turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menristekdikti Mohamad Nasir, dan sejumlah pejabat lainnya dari berbagai institusi. Adapun surat pengukuhan guru besar Ma’ruf Amin dibacakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti.

“Ada beberapa kategori profesor dengan kriteria yang berbeda. Untuk jabatan akademik profesor yang diberikan kepada Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin ini termasuk pada kategori profesor dosen tidak tetap. Setelah melalui kajian secara seksama, usulan profesor untuk K.H. Ma’ruf Amin yang diusulkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/5).

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardjo dalam sambutannya mengungkapkan, selain menjalankan Tri Dharma, perguruan tinggi juga memiliki tugas memberikan penghargaan kepada sosok yang telah menunjukkan kiprah, prestasi, serta pengabdiannya kepada masyarakat. Berdasarkan kriteria tersebut, menurut dia, Ma’ruf Amin layak mendapat gelar tertinggi akademik lantaran telah menjadi ulama yang banyak menggagas dan mengembangkan bidang perekonomian syariah Islam, termasuk mengeluarkan fatwa-fatwa terkait yang menjadi rujukan.

“Beliau mengembangkan Islam yang moderat, Islam yang ramah terhadap sesama. Islam yang rahmatan lil alamin. Beliau diterima oleh seluruh golongan dengan baik. Jadi kami mengusulkan untuk menjadi guru besar, dan alhamdullillah hari ini sudah resmi,” ujar Mudjia.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin memaparkan orasi ilmiah berjudul ‘Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia (Kontribusi Fatwa DSN-MUI dalam Peraturan Perundang-Undangan RI)’. Dalam orasinya, Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan mengenai penguatan fungsi Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai bagian dari MUI dalam menggerakkan ekonomi syariah di Tanah Air.

“Ekonomi syariah adalah sektor potensial sebagai salah satu variabel kesejahteraan Indonesia yang memberikan efek berantai. Indonesia merupakan pasar potensial untuk tumbuh kembangnya ekonomi syariah karena mayoritas penduduknya Muslim,” ucap Ma’ruf Amin.

 

OF0A049411

Sebelum Sidang Senat Terbuka pengukuhan guru besar ditutup, Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk memberika selamat kepada K.H. Ma’ruf Amin. Acara diakhiri dengan foto bersama dengan Presiden dan sejumlah pejabat. (ira)