Ristekdikti Segera Luncurkan Program Lengkap Pendidikan Doktor Berkualitas

Senin, 10 April 2017 | 16:29 WIB


Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serius dalam upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Tinggi yang berkualitas. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan pihaknya kini tengah mempersiapkan peluncuran Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch III.

Program yang menyasar para sarjana unggul ini akan memberikan bantuan biaya pendidikan pada jenjang Magister dan Doktor di Perguruan Tinggi ternama di dalam negeri. Selain itu, yang menarik dari program ini terletak pada durasi program yang mempercepat para sarjana unggul meraih pendidikan paripurna yaitu Magister dan Doktor sekaligus dalam tempo 4 tahun. Penerima beasiswa juga nantinya akan diampu oleh para Promotor yang sekaligus Dosen bereputasi unggul di bidang keilmuan masing-masing.

Sebelum diluncurkannya PMDSU Batch III, program ini sendiri telah dilaksanakan selama dua kali, terhitung pada tahun 2013 untuk Batch I dan tahun 2015 untuk Batch II. Perjalanan program PMDSU ini sendiri, sejak pertama kali dibuka untuk publik, terbilang cukup memuaskan apabila menilik jumlah publikasi jurnal internasional yang dihasilkan para penerima beasiswa dari kedua Batch PMDSU tersebut. Pada Batch I, dari 57 peserta, terdapat 27 peserta yang mampu menghasilkan publikasi internasional. Sedangkan pada Batch II, terdapat sebanyak 321 peserta yang sampai saat ini masih dalam tahap proses penyelesaian studi maupun pembuatan publikasi internasional.

“Ada salah satu peserta PMDSU Batch I yang telah memiliki 5 hingga 7 publikasi jurnal dan semuanya dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi,” terang Ghufron.

Ghufron menambahkan bahwa kontribusi jurnal internasional dari Batch I berpotensi akan terus bertambah. Karena sampai saat ini masih banyak peserta dan promotor PMDSU yang belum menyampaikan hasil atau capaian mereka secara formal. Dan diharapkan semua capaian publikasi tersebut bisa menjadi lecutan bagi para Dosen Indonesia untuk terus menulis jurnal.

Saat ini terdapat 186 nama Promotor yang telah dipersiapkan untuk mengampu para peserta PMDSU Batch III. Pemilihan promotor itu sendiri didasarkan H-indeks Promotor pada jurnal bereputasi dengan poin minimal 3. Kriteria lainnya adalah Promotor harus memiliki pengalaman meluluskan Sarjana pada program Doktor dan pernah menjadi penulis utama pada jurnal ilmiah yang dipublikasikan.

Menurut Ghufron, kualitas Promotor adalah syarat utama di dalam program ini. Sebab, dalam program ini, Promotor tidak hanya akan menggenjot peserta pada ranah substansi keilmuan saja. Namun juga diwajibkan untuk bisa memberi doktrin atau menanamkan budaya riset kepada para peserta PMDSU.

Hal lainnya yang membuat program PMDSU menjadi lebih menarik adalah telah disiapkannya program khusus untuk memberikan pengalaman internasional kepada para peserta. Nantinya, baik peserta maupun Promotor, keduanya berkesempatan melakukan kolaborasi penelitian bersama ilmuwan dan akademisi terkemuka di Perguruan Tinggi kelas dunia di berbagai negara, di antaranya Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan.

“Jadi, meskipun mereka menyelesaikan kualifikasi akademiknya di dalam negeri, tetapi pengalaman riset mereka sudah bertaraf internasional,” tambahnya.

Dibandingkan pada Batch I yang hanya melibatkan 6 Perguruan Tinggi dan pada Batch II melibatkan 11 Perguruan Tinggi. Saat ini jumlah Perguruan Tinggi yang terlibat langsung dalam PMDSU Batch III mengalami kenaikan menjadi 12 Perguruan Tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi 10 November Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Brawijaya.

Pembukaan PMDSU Batch III ini sendiri hanya tinggal menunggu waktu. Setelah dibuka program ini akan segera disosialisasikan kepada masyarakat luas, khususnya para Sarjana. Dan saat ini, menurut Ghufron, para Promotor dan Perguruan Tinggi tujuan sedang melakukan pengisian profil. Hal tersebut merupakan upaya untuk memudahkan para Sarjana dalam memilih Promotor dan Perguruan Tinggi tujuan yang sesuai dengan latar belakang keilmuan. Tentunya agar arah penelitian peserta dapat segera dipetakan dan ditentukan.

Ghufron mengatakan program ini bisa menjadi oase dalam upaya perekrutan Dosen muda Indonesia yang berkualitas. Menurutnya, pada tahun 2021 mendatang, Indonesia akan kehilangan Dosen setidaknya hingga 10 ribu. Dan sebagian dari jumlah tersebut adalah yang berkualifikasi S3. Untuk itu peran PMDSU menjadi sangat vital dalam mempersiapkan Dosen masa depan Indonesia.

Skema PMDSU yang telah diterapkan diharapkan dapat menjadi solusi dalam penyediaan akademis dan ilmuwan berkualitas di Indonesia di masa depan. Karena, sebelumnya, selama masa pendidikan, para peserta PMDSU telah ditempa dan di push untuk terus melakukan riset, berdiskusi, dan mengkaji suatu masalah. Maka dari itu, Ghufron yakin para alumni PMDSU tidak akan sampai mengecewakan apalagi tidak mampu menjalankan peranan mereka di dalam kehidupan.

“Salah satu bukti dari keberhasilan mereka adalah mampu menghasilkan dua publikasi internasional bereputasi minimal dua jurnal selama masa pendidikan,” tegasnya.