Data Base Ideal Untuk World Class University

Kabar Khas

IMG_2438
02 Nov 2016

Data Base Ideal Untuk World Class University

Ditjen SDID 0 Comments

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menargetkan dan mendorong beberapa  universitas negeri terbaik Indonesia masuk dalam peringkat 500 besar universitas terbaik dunia, salah satunya Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun kepala program studi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Dr. Ir. Iman Rusmana, MSi., menilai masih ada beberapa permasalahan yang harus diperbaiki.

Permasalahan publikasi, sitasi dan reputasi Departemen Biologi FMIPA IPB masih belum mampu mendukung IPB sebagai World Class University. Iman menerjemahkannya menjadi beberapa poin. Publikasi Departemen Biologi FMIPA IPB yang terindeks oleh badan pengindeks internasional masih kurang maksimal.

Kedua, Departemen Biologi FMIPA IPB belum memiliki suatu kegiatan seminar ilmiah internasional yang merupakan agenda rutin departemen sebagai wacana membangun citra/reputasi sebagai pengembang keilmuan biologi serta membangun kerjasama internasional baik dalam bidang penelitian maupun pertukaran pelajar.

Hayati  (Journal of Biosciences) yang merupakan wadah penyebarluasan hasil penelitian bidang biologi terutama hasil penelitian Departemen Biologi, dianggap masih kurang masimal oleh badan pengindeks berkala ilmiah Internasional. Hal tersebut disebabkan oleh sulitnya mendapatkan data publikasi dosen Departemen Biologi FMIPA IPB ditengah kesibukan kegiatan para dosen.

“Beberapa hal ini tentu saja berimplikasi langsung pada jumlah sitasi publikasi dan reputasi dosen Departemen Biologi FMIPA IPB,” ujar Iman menjelaskan latar  belakang pembuatan data base ideal untuk peningkatan publikasi internal. Sitasi dan reputasi Departemen Biologi FMIPA IPB belum mampu mendukung IPB sebagai World Class University.

Program ini dilakukan melalu beberapa tahap proses, mulai dari pelatihan penulisan publikasi internasional, peningkatan kerja sama luar negeri, penyelenggaraan International Confrence of Biosciences (ICoBio), internasionalisasi dan indeksasi Hayati Journal of Biosciences, dan membuat sistem harvesting dan data base publikasi dosen.

Kegiatan pelatihan penulisan artikel publikasi dan penyelenggaraan International Conference of Biosciences yang dilakukan secara berkesinambugan di Departemen Biologi FMIPA, dapat meningkatkan publikasi, sitasi, dan reputasi Departemen Biologi FMIPA IPB serta mampu berkontribusi sebesar 10% dari capaian publikasi dan sitasi IPB yang memiliki 38 departemen. “Capaian publikasi dan sitasi ini lebih tinggi dibanding departemen lain di IPB,” ujar Iman.

Demikian pula program internasionalisasi dan indeksasi Hayati Journal of Bioscience dapat meningkatkan keterlacakan dan keterbacaan hayati sehingga meningkatkan sitasi artikelnya.

Sistem harvesting data base publikasi dosen berdasarkan profil google scholar, dapat membantu pemberian informasi publikasi dosen kepada setiap departemen. Profil google scholar ini dapat meningkatkan reputasi dosen sehingga masuk dalam daftar ilmuan yang dikeluarkan oleh webometric mulai dari tahun 2015. Departemen Biologi FMIPA IPB berkontribusi sebesar 20% dari total dosen IPB yang masuk sebagai ilmuan dengan indeks sitasi tertinggi.

Peningkatan kualitas manajemen mutu layanan akademik melalui sertifikasi dan akreditasi tetap kami lakukan, terbukti dengan akreditasi A oleh BAN PT untuk semua program studi di Departemen Biologi FMIPA IPB, serta berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Sertifikasi internasional sudah dipersiapkan dan visitasi oleh asesor AUN QA akan dilakukan pada tahun 2017. ”Demikian juga dorongan, bantuan tutorial dan dana bagi mahasiswa dapat meningkatkan prestasi mahasiswa di kompetisi dan seminar ilmiah baik nasional maupun internasional,”terang Iman.

Pemimpin Arif

Dengan jabatan sebagai Kepala Departemen dan berbagai kesibukannya, Iman mampu berbaur dan berkomunikasi dengan rekan hingga mahasiswa secara intensif. Salah satunya ketua Himpunan Mahasiswa Biologi IPB, Galih Gibral Andalusia mengatakan Iman itu pribadi sosial yang tak pilih-pilih. Ia mampu mengakrabkan diri dengan semua lapisan masyarakat di Departemen Biologi. Galih juga mengatakan bahwa Iman tak ragu untuk menuangkan ide-ide kreatifnya demi kemajuan Departemen.

“Kita tidak perlu takut untuk mengeluarkan ide-ide kreatif demi kemajuan Departemen Biologi. Bagi saya, pemimpin bukan sosok yang harus disegani, melainkan sosok yang akrab dan mampu mengeluarkan 100 persen kreatifitas anggotanya. Saya melihat sifat itu tercermin dari Iman,” ujar Galih.

Juga dosen Departemen Biologi, Berry Juliandi. Berry mengaku sejak ia menjadi mahasiswa tahun 1997, Iman adalah pribadi yang sangat akrab dengan mahasiswa serta memiliki kemampuan mengajar dan membimbing yang baik.

Setelah bergabung menjadi dosen tahun 2001, ia mengaku hubungannya dengan Iman menjadi lebih intensif. Berry tak merasa posisinya sebagai dosen yang dipimpin Iman, namun ia merasa sebagai murid dan guru. Ia bersyukur memiliki kesempatan untuk menimba ilmu bersama Iman.

“Beliau menjadi tokoh panutan dalam kehidupan karena kearifan dan kebijaksanaannya dalam menghadapi berbagai masalah di Departemen. Saya sangat yakin Departemen Biologi IPB tak akan mendapatkan prestasi internasional tanpa kepemimpinan dan kemampuan Iman Rusmana sebagai Ketua Departemen,” ujar Berry.

Begitu juga penilaian dari Sekretaris Departemen Biologi, Rika Raffiudin. Iman di mata Rika adalah sosok yang visioner pada setiap jabatan yang dipegangnya. Saat Iman menjabat sebagai Chief Editor Hayati Journal, dan Rika sebagai Managing Hayati Journal of Biosciences. Dalam pengelolaannya, Iman selalu memacu pada kemajuan jurnal dengan visi pengembangan ke taraf internasional melalui sistem online, hal tersebut belum dimiliki oleh Chief Editor pada masa itu.

Kerjasama keduanya berlanjut tahun 2013. Iman menjabat sebagai Kepala Departemen dan Rika menjadi Sekretarisnya. Selama bekerjasama mengelola departemen dengan tujuh program studi ini, visi menuju taraf internasional terus diterapkan dalam kepemimpinan Iman hingga tahun 2017.

“Dibawah kepemimpinannya, Departemen ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak prestasi yang diraih, salah satunya akreditasi A untuk tujuh prodi dibawah Departemen Biologi, yaitu satu prodi Sarjana, tiga prodi Magister dan tiga prodi Doktor. Insya Allah kepemimpinan yang amanah ini, berhasil membawa Iman Rusmana menjadi Ketua Program Studi Berprestasi Nasional tahun 2016,” harap Rika. Doanya pun terwujud. Prestasi baru yang diraih Iman adalah sebagai Ketua Prodi Berprestasi 2016 yang diberikan oleh Kementerian Ristekdikti. (ra)

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn